Orang-Orang Tuak by Wilda Yanti Salam explores tuak as more than a traditional drink — it becomes a living archive of memory, ritual, and community in Eastern Indonesia.
Through black-and-white photography, the work captures overlooked moments of gathering, conversation, and coexistence, while reflecting on identity, history, and local knowledge beyond colonial narratives.
ID
Orang-Orang Tuak karya Wilda Yanti Salam melihat tuak bukan sekadar minuman tradisional, tetapi sebagai arsip hidup tentang memori, ritual, dan kehidupan komunal di Indonesia Timur.
Melalui fotografi hitam-putih, karya ini menangkap momen-momen kecil tentang kebersamaan, percakapan, dan ruang sosial, sekaligus merefleksikan identitas, sejarah, dan pengetahuan lokal di luar narasi kolonial.
#MTN #FOTOBali2026 #ContemporaryPhotography #ArtExhibition #IndonesiaArt


